Langsung ke konten utama

Suara dari PAUD: Harapan Guru Elly Menyambut Wajib Belajar 13 Tahun

Sumber https://share.google/66dp1Mi1GGqnjIYhV

Di sebuah taman kanak-kanak di Randusanga Kulon, Brebes, anak-anak PAUD belajar sambil bermain. Beberapa dari mereka asyik menyusun balok, sementara yang lain sedang bercerita dengan teman-teman mereka. Di tempat yang sederhana ini, dasar pendidikan mulai dibangun sejak usia dini. Di balik aktivitas tersebut, guru PAUD bernama Elly menyampaikan pendapatnya mengenai rencana pemerintah untuk memasukkan PAUD ke dalam program Wajib Belajar 13 Tahun.

TK Aisyiyah Bustanul Athfal Randusanga Kulon adalah salah satu lembaga PAUD yang terdaftar dalam data pendidikan nasional. Sekolah ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Fitriya Ningsih, yang selama ini mendampingi anak-anak usia dini dalam proses belajar sebelum melanjutkan ke sekolah dasar. 

Bagi Elly, gagasan tentang PAUD yang masuk dalam Wajib Belajar 13 Tahun bukan hanya sekadar menambah satu tahun pendidikan. Ia berpendapat bahwa kebijakan ini menyentuh aspek paling mendasar dalam pendidikan, yaitu kesiapan anak. Menurut Elly, anak-anak PAUD memerlukan lingkungan belajar yang nyaman agar mereka tidak terkejut saat memasuki sekolah dasar. 

“Jika PAUD menjadi bagian dari wajib belajar, anak-anak akan lebih siap saat masuk SD. Mereka sudah terbiasa belajar, bersosialisasi, dan mengikuti aturan,” jelas Elly.

Ia menjelaskan bahwa dampak paling signifikan dari kebijakan tersebut adalah peningkatan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar tentang huruf dan angka, tetapi juga diajarkan nilai-nilai dasar seperti menunggu giliran, berbagi dengan teman, dan mengelola emosi.

Meskipun ide ini terdengar menjanjikan, Elly mengakui bahwa proses sosialisasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun masih berlangsung secara bertahap. Informasi sudah mulai disampaikan, tetapi pemahaman di lapangan belum sepenuhnya seragam. "Ada yang sudah mengerti maksudnya, tetapi ada juga yang masih bingung tentang bagaimana penerapannya nanti," ujarnya. 

Dari sisi guru, kesiapan sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Elly menilai bahwa jumlah dan kualifikasi guru PAUD perlu ditingkatkan jika kebijakan ini benar-benar diterapkan. Pelatihan dan pendampingan dianggap penting agar guru PAUD dapat mengikuti perubahan kebijakan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Elly juga mengungkapkan bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan beban kerja bagi guru PAUD. Jika PAUD resmi menjadi bagian dari program wajib belajar, maka tanggung jawab guru akan semakin bertambah, termasuk dalam hal administrasi. "Tanggung jawabnya pasti akan meningkat, bukan hanya mengajar, tetapi juga mengurus administrasi," katanya.

Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan guru PAUD. Elly menyatakan bahwa kondisi guru PAUD saat ini masih jauh dari sejahtera. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, baik melalui bantuan kesejahteraan maupun kebijakan yang mendukung guru PAUD. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa dukungan dari pemerintah daerah sudah mulai dirasakan.

Elly juga menyoroti kekhawatiran yang sering dialami oleh guru PAUD terkait tuntutan untuk membaca, menulis, dan berhitung sejak dini. Ia berpendapat bahwa PAUD seharusnya tetap menjadi tempat bermain sambil belajar, bukan tempat di mana anak-anak merasa tertekan seperti di sekolah dasar. "Anak PAUD belajar melalui bermain. Jangan sampai mereka merasa tertekan," tegasnya..

Menjelang kemungkinan PAUD resmi masuk dalam program Wajib Belajar 13 Tahun, Elly berharap kebijakan ini benar-benar dipersiapkan dengan matang. Ia menilai pemerintah perlu membenahi banyak hal terlebih dahulu, mulai dari kesejahteraan guru, kesiapan sekolah, hingga fasilitas pendukung.

“PAUD jangan hanya dijadikan pintu masuk pendidikan formal. Yang paling penting, anak-anak belajar dengan bahagia, dan guru-gurunya juga diperhatikan,” tutup Elly.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Nice Playland Tegal Hadir sebagai Alternatif Wisata Keluarga di Kota Tegal

MenguraiFakta – Suara ceria anak-anak memenuhi sebuah area wisata baru di Kota Tegal. Di antara berbagai wahana permainan yang berwarna-warni dan ruang terbuka yang tertata rapi, The Nice Playland Tegal hadir sebagai tempat rekreasi keluarga yang menawarkan pengalaman bermain dan kebersamaan. Destinasi wisata ini resmi dibuka untuk umum pada 3 Desember 2025 dengan masa trial opening. Sejak hari pertama beroperasi, The Nice Playland Tegal langsung menarik perhatian masyarakat. Pada akhir pekan, tempat ini terlihat lebih ramai dengan keluarga yang datang untuk menghabiskan waktu luang tanpa harus pergi jauh dari kota. Berlokasi di Jalan Mataram, Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, The Nice Playland Tegal mudah dijangkau dari pusat kota. Akses jalan yang baik memungkinkan pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, menjadikannya pilihan rekreasi yang praktis bagi warga setempat. Jam buka tempat wisata ini disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung. Pada akhir p...

Di Antara Tawa dan Diam, “Suka Duka Tawa” Menyentuh Penonton Lewat Cerita Keluarga

Sumber https://x.com/i/status/2009262286184304731 MenguraiFakta – Tidak semua film komedi mampu membuat penonton tertawa terus-menerus. Beberapa film justru menyisipkan momen-momen tenang yang mendorong penonton untuk sejenak merenung. Hal ini dirasakan oleh banyak penonton setelah menonton film Suka Duka Tawa, yang mulai tayang di bioskop pada Kamis, 8 Januari 2026. Meskipun judulnya terdengar ringan dan mirip dengan film komedi biasa, seiring berjalannya cerita, Suka Duka Tawa menyuguhkan lapisan emosi yang lebih dalam. Film ini tidak hanya menawarkan tawa, tetapi juga menyajikan momen-momen kecil yang membuat penonton terdiam dan berpikir, terutama mengenai kehidupan keluarga. Suka Duka Tawa adalah film drama dengan elemen komedi yang menggambarkan dinamika emosi dalam kehidupan sehari-hari. Ceritanya berfokus pada hubungan antar karakter dan perasaan yang muncul, tanpa adanya konflik yang berlebihan. Film ini ditujukan untuk khalayak umum. Beberapa penonton yang telah menontonnya b...

Warung Soto Lamongan dan Sauto Tegal Warsito di Desa Bandasari Jadi Tempat Favorit untuk Makan Murah dan Mengenyangkan

MenguraiFakta – Warung Soto Lamongan dan Sauto Tegal Warsito yang terletak di Desa Bandasari telah menjadi salah satu destinasi kuliner yang populer di kalangan warga selama sekitar lima tahun terakhir. Usaha ini dimulai saat pandemi Covid-19 dan kini dikenal sebagai tempat makan yang sederhana namun menawarkan rasa yang konsisten dan harga yang terjangkau untuk semua kalangan. Meskipun hanya sebuah warung rumahan, banyak warga yang menganggapnya sebagai salah satu lokasi kuliner penting di desa mereka. Warung Warsito menyajikan dua menu utama yang sangat diminati oleh pelanggan. Soto Lamongan menjadi pilihan favorit bagi mereka yang menyukai kuah bening yang gurih dan daging ayam yang lembut. Taburan koya di atasnya menambah kelezatan soto, terutama saat disajikan dalam keadaan hangat. Di sisi lain, Sauto Tegal menawarkan cita rasa yang lebih kuat dengan kuah yang pekat dan aroma tauco, memberikan pengalaman kuliner yang berbeda yang sulit ditemukan di warung lain di sekitarnya. Keuni...